dindagaze's blog

Telkom University Student Blog site

Category: Uncategorized (page 1 of 2)

Validasi & Verifikasi

Verifikasi dan Validasi
Verifikasi menurut (Law dan Kelton 1991) merupakan suatu proses untuk memeriksa kesesuaian jalannya program computer simulasi dengan yang diinginkan dengan cara melakukan pemeriksaan program computer, selain itu verifikasi dapat diartikan sebagai proses penerjemahan model simulasi konseptual kedalam bahasa pemrograman secara benar. Dan validasi merupakan proses penentuan apakah model konseptual simulasi benar-benar merupakan representasi akurat dari system nyata yang dimodelkan.
Verifikasi
Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan verifikasi pada model logika, diantaranya:
• Apakah kejadian telah direpresentasikan dengan benar?
• Rumus matematika dan relasi apakah sudah benar?
• Ukuran statistic apakah sudah dirumuskan dengan benar?
Validasi
Validasi merupakan perbandingan rata – rata (mean comparison) yang dapat dirumuskan sebagai berikut
E = (S-A)/A
Keterangan
E = mean comparison
S = nilai rata – rata hasil asumsi
A = nilai rata- rata hasil actual
E dianggap valid apabila E<= 5%
Validasi juga dapat disebut sebagai perebandingan variasi amplitude yang dapat dirumuskan sebagai berikut
E = |Ss-Sa|/|Sa|
E = mean comparison
Ss = Standart deviasi model
Sa = Standart deviasi

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan validasi pada model konseptual, diantaranya:
• Sudahkah semua elemen, kejadian dan relasi yang sesuai terdapat didalam model?
• Apakah pertanyaan pemodelan sudah dapat dijawab dengan model?

Kesimpulan
Jadi verifikasi dan validasi ini biasanya dilakukan secara berurutan. Pertama-tama data di validasi dulu sebelum diverifikasi. Sebagai contoh pada password facebook bila kita memasukkan non alfanumerik seperti * , % , . , dan tanda apapun selain alfanumerik, maka akan terdapat error. Nah error ini terjadi dikarenakan adanya validasi terhadap masukkan atau inputan kita, sedangkan verifikasi ini terjadi bila masukkan sudah valid, verifikasi dalam kasus ini adalah pengecekan apakah password masukkan user itu benar atau tidak atau sesuai atau tidak dengan password aslinya. Bila tidak berhasil terverifikasi maka biasanya akan memunculkan password salah. Dalam kasus pemodelan system, validasi ini adalah pengecekan model ini sesuai atau tidak dengan system yang ingin dimodelkan ini, dan pada verifikasi itu apakah model yang sudah valid ini proses dan keluarannya sesuai dengan yang seharusnya atau tidak.

Sumber/referensi:
https://okudewi.wordpress.com/2014/05/06/analisis-output-tugas_mosi_kel-3/

Random Varietas

1. Random Variates
Random Variates merupakan keluaran dari random variable, random variates yang keluar dari variable random yang sama kemungkinan berisi nilai yang berbeda-beda. Random variates ini biasa digunakan dalam proses simulasi yang memerlukan proses stochastic. Untuk mendapatkan random variates ini, ada beberapa metode yang dapat digunakan, seperti inverse transform, rejection, dan composition.

2.A.Inverse transform
Metode inverse transform ini digunakan untuk membangkitkan random variate baik dari data distribusi actual maupun dari distribusi probabilitas.

Adapun keuntungan dari menggunakan metode ini adalah:
– Intuitif
– Dapat sangat cepat dilakukan
– Akurat
– Memungkinkan teknik pengurangan varian dapat dilakukan
Kekurangan dari metode ini antara lain:
– Akan sulit dalam perhitungannya
– Dalam distribusi dikrit harus melakukan pencarian dahulu
Contoh:
Misalkan kita akan membangkitkan nilai variabel acak diskrit X yang memiliki fungsi massa probabilitas :

Untuk menyelesaikan hal ini, kita bangkitkan bilangan acak U (dimana U adalah berdistribusi Uniform disepanjang rentang (0,1) ) dan diatur sebagai berikut :

Karena, untuk , akan kita peroleh :
dan karenanya X memiliki distribusi yang diinginkan.
Catatan :
1. Hal di atas dapat ditulis secara algoritma di bawah ini :
Bangkitkan bilangan acak U
Jika tetapkan dan berhenti
Jika tetapkan dan berhenti
Jika tetapkan dan berhenti

2. Jika , terurut maka dan jika kita misalkan F sebagai fungsi distribusi dari X, dan karenanya :
X akan sama dengan jika
Dengan kata lain, setelah membangkitkan sebuah bilangan acak U kita tentukan nilai dari X dengan mencari di interval mana U berada. [atau ekuivalen/serupa dengan mencari nilai invers dari F(U)]. Karena itu pulalah medote ini disebut metode transformasi inverse diskrit untuk membangkitkan X.
Banyaknya kali yang diambil untuk membangkitkan variabel random diskrit dengan menggunakan metode di atas akan proporsional (sebanding) pada banyaknya interval yang harus di cari. Karena itulah terkadang sangat bermanfaat untuk mempertimbangkan nilai-nilai dari X dengan urutan yang menurun dari

Contoh 4a.
Jika kita ingin mensimulasikan sebuah bilangan acak X sedemikian sehingga :

Kemudian kita akan membangkitkan U dengan cara sebagai berikut :
jika U < 0.20, tentukan X = 1, stop
jika U < 0.35, tentukan X = 2, stop
jika U < 0.20, tentukan X = 3, stop
Lainnya X = 4

Sebenarnya ada cara yang lebih efisien yaitu dengan mengubah prosedur di atas menjadi seperti di bawah ini :
jika U < 0.40, tentukan X = 4, stop
jika U < 0.65, tentukan X = 3, stop
jika U < 0.85, tentukan X = 1, stop
Lainnya X = 2
x

B.Rejection Method
Metode ini sebenarnya bernama Acceptance/Rejection karena pada metode ini ada 2 kemungkinan yang terjadi, ketika sebuah fungsi f(x) digambarkan pada grafik, maka wilayah ataupun daerah di bawah garis fungsi f(x) akan di accept dan selain itu di reject. Jadi metode ini menggunakan fungsi f(x) untuk mendapatkan nilai random variatesnya.
Contoh: suatu f(x) digambarkan dan mendapat nilai di bawah garis fungsi= 1,3,4,5,7
Maka nilai-nilai tersebut adalah yang digunakan atau di accept dan selain itu merupakan nilai yang di reject
Capture

C.Composition Method
Metode yang efisien untuk mensimulasikan nilai variable acak yang memiliki salah satu dari dua kemungkinan fungsi yaitu {pj,j≥0} atau {qj,j≥0}, dan kita akan simulasikan nilai variable acak X yang memiliki fungsi.
P{X=j}=αpj+(1-α)qj,j≥0
Dimana 0<α<1. Salah satu cara untuk mensimulasikan variable acak X seperti ini adalah dengan memperhatikan bahwa jika X1 dan X2 merupakan variable acak yang memiliki fungsi masal masing-masing {p1} dan {q1} maka variable acak X didefinisikan dengan
X = X1 dengan probabilitas α
X2 dengan probabilitas 1-α
Contoh
Andai kita ingin membangkitkan nilai variable acak X sehingga
pj = P{X=j} = .06 for j= 1,2,3,4,5,6
.16 for j= 7,8,9,10,11,12
Dengan memperhatikan bahwa pj = .6pj2+.6pj2, dimana
Pj1=.1, j=1,…,12 dan pj2 = 0 for j= 1,2,3,4,5,6
.2 for j= 7,8,9,10,11,12
Kita dapat menyelesaikan ini dengan lebih dahulu membangkitkan bilangan acak U dan kemudian membangkitkan dari diskret diatas 1,…,12 jika U<.6 dan sebaliknya dari seragam diskret atas 7,8,9,10,11,12. Dengan kata lain, kita dapat mensimulasikan sebagai berikut:
1: membangkitkan bilangan acak U1.
2: membangkitkan bilangan acak U2.
3: jika U1<.6,set X=Int(12U2)+1. Sebaliknya set x = Int(5U2)+6.
Jika Fn i=1,…,n, adalah fungsi distribusi dan α1, i=1,…,n adalah bilangan nonnegatif yang diringkas jadi 1, maka fungsi distribusi F dikatakan komposisi dari fungsi distribusi Fn i=1,…,n. salah satu cara untuk mensimulasi dari F adlah lebih dahulu mensimulasi variable acak I, sama dengan I dengan probabilitas α1=1,…,n dan kemudian mensimulasi dari distribusi F1.

Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Random_variate
http://www.mdp.ac.id/materi/2011-2012-1/TI214/052116/TI214-052116-817-5.ppt
slide random variate generation BIG Mc Kenzie
L. Devroye Non-Uniform Random Variate Generation
https://openstat.wordpress.com/2009/09/18/metode-transformasi-inverse-inverse-transform-method/
bab4_pembangkit_variable_acak_disket

Distribusi Probabilitas

1. Dalam pemodelan dan simulasi, ada suatu cara yang dipakai untuk memperkirakan terjadinya peluang disebut distribusi probabilitas. Distribusi ini untuk suatu simulasi yang mempunyai data yang tidak lengkap.Distribusi probabilitas ini seringkali digunakan pada simulasi sistem diskrit.Distribusi dalam proses simulasi dapat berupa pengambilan sampling contohnya pada sistem antrian.

referensi : http://belajartanpabuku.blogspot.com/2012/11/model-model-simulasi_15.html?m=1, http://firlizaa.blogspot.com/2012/12/distribusi-probabilitas.html?m=1

2. aa

A. Karakteristik Distribusi Binomial
1.Percobaan dilakukan sebanyak n kali.
2.Setiap percobaan hanya memiliki 2 kemungkinan yaitu sukses atau gagal.
3.Peluang sukses pada setiap percobaan adalah konstan.
4.Pengulangan percobaan harus bebas satu sama lain.
Contoh
Peluang seseorang untuk sembuh dari penyakitnya.

B. Karakteristik Distribusi Poisson
1.Jumlah keluaran yang muncul dalam suatu rentang waktu atau suatu daerah tidak dipengaruhi terhadap jumlah keluaran yang terjadi di rentang waktu atau daerah yang lain yang terpisah.
2.Peluang bahwa yang satu keluar anakan muncul dalam selang waktu yang sangat pendek atau daerah yang kecil adalah proporsional dengan panjang selang waktu atau luas dari daerah.
3.Peluang muncul lebih dari satu keluaran dalam selang waktu yang amat pendek diabaikan.
Contoh
Banyaknya bakteri yang terdapat pada satu tetes air sungai.

C. Karakteristik Distribusi Gauss
1.Simetris terhadap rataan.
2.Jarak titik belok kurva tersebut dengan sumbu simetrisnya sama dengan σ.
3.Luas daerah di bawah lengkungan kurva tersebut dari- sampai + sama dengan 1 atau 100 %.
Contoh
Distribusi Gauss digunakan untuk menghitung peluang pancaran radiasi suatu zat radioaktif.Misalnya konstanta peluruhan U-238 adalah 4.88 10-18 dan waktu peluruhan 3.7 104 peluruhan per detik.Peluang pancaran radiasi U-238 dapat ditentukan dengan distribusi gauss.
Grafik distribusi Gauss
a

D. Karakteristik Distribusi Gamma
1.Merupakan distribusi khusus dari Eksponensial.
2.Mempunyai terapan penting dalam waktu menunggu.

Contoh :
Distribusi gamma digunakan untuk menghitung peluang telepon yang masuk pada server. Misalnya terdapat telepon masuk pada server memenuhi proses poison dengan rata – rata 5 telepon masuk pada server 5 telepon per menit.Distribusi gamma digunakan untuk menentukan peluang telepon masuk setelah satu menit berlalu hanya terdapat 2 telepon yang masuk.

referensi : https://matematikaboy.wordpress.com/2012/04/24/distribusi-gamma-dan-eksponensial-2, http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/Pengukuran_Radiasi/Statistik_01.htm, Slide probabilitasdanstatistik IT Telkom, ModulpraktikumStatidtikaIndustri 2013 UMS

3. menggunakan Cumfreq
a. Normal Distribution
b. Generalized Gumbel Distribution
c. Generalized Weibull Distribution
d. Fisher-Tippett Type 3 Distribution
e. Normal Distribution
f. Generalized Poisson Distribution

A. Dengan menggunakan cumfreq kita hanya memasukkan inputan yang berupa anga-angka yang berasal dari file data set. Setelah itu kita save-run maka di bagian output dan graph akan muncul hasil analisa dari dataset tersebut dan dapat diketahui jenis distribusinya.

B.
a. kasus Normal Distribution : Untuk menaksir dan meramalkan peristiwa-peristiwa yang lebih luas seperti asuransi dan farmasi.
b. kasus Generalized Gumbel Distribution : menghitung intensitas curah hujan
c. kasus Generalized Weibull Distribution : analisis uji hidup dengan menggunakan regresi berdistribusi Weibull pada data tersensor tipe II
d. kasus Fisher-Tippett Type 3 Distribution : simulasi perubahan garis pantai
e. kasus Generalized Poisson Distribution : Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi penderita DBD dengan jumlah penderita DBD

referensi : https://anitaharum.wordpress.com/2013/11/12/distribusi-normal-kurva-normal/, http://www.scribd.com/doc/75630725/METODE-INTENSITAS-CURAH#scribd, eprints.undip.ac.id/32691/4/4_pendahuluan.pdf, eprints.undip.ac.id/34654/3/2050_preliminary.pdf, http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57268

DISCRETE EVENT SIMULATION

  1. PENGERTIAN

Discrete-Event Simulation adalah simulasi dimana perubahan statusnya terjadi pada titik-titik diskrit dalam waktu yang dipicu oleh kejadian (event). Kejadian yang biasa terdapat dalam simulasi tersebut adalah kedatangan sebuah entitas ke sebuah stasiun kerja (workstation), kegagalan resource, selesainya sebuah aktivitas, dan ada akhir sebuah shift.[1]

Model ini digunakan untuk menangani kondisi dengan entitas yang selalu mengalami perubahan setiap waktunya.[2]

 2.  KOMPONEN DAN ORGANISASI DES

 

–          Simulation Clock   : Merupakan variable yang berisi nilai waktu dari simulasi

–          Initialization           : Merupakan bagian dari program yang menginisialisasi simulasi pada waktu t = 0

–          Event List              : Merupakan list atau daftar dari evet yang akan terjadi berikutnya

–          Timing Routine      : Merupakan bagian dari program yang menentukan event mana yang akan dijalankan yang ada pada event list dan memajukan waktu simulasi ke waktu ketika event tersebut terjadi

–          Status Sistem          : Kumpulan variable status untuk menunjukkan kondisi yang terdapat pada sistem pada suatu waktu

–          Event Routine        : Merupakan bagian dari program yang mengupdate status dari sistem ketika suatu event terjadi

–          Statistical Counter  : Variabel yang berisi informasi tentang performa dari sistem

–          Library Routine     : Kumpulan sub brogram yang berguna untuk membuat suatu nilai random dari distribusi probabilitas, gunanya untuk kebutuhan simulasi dimana simulasi terkadang membutuhkan suatu nilai acak

–          Main Program        : Sebuah organisasi yang sangat penting yang didalamnya terdapat pemanggilan timing routine yang berguna untuk memanggil event berikutnya dan mengalihkan control ke event routine yang sesuai untuk memperbarui status dari sistem. Intinya organisasi ini seperti inti yang dapat menjalankan dan menghentikan simulasi

–          Report Generator   : Merupakan bagian program yang bekerja dalam menghasilkan laporan dari simulasi dan juga menghitung perkiraannya

3.  Event

Pada simulasi event diskrit, event untuk :

–          menggambarkan aliran proses dari system

–          Urutan untuk menjalankan aliran proses dari system

–          Memicu eksekusi logika dengan event

–          Menciptakan delay untuk mereplikasi satu lintasan waktu

  1. Tipe Event

–          Kejadian terjadwal adalah sebuah event yang telah ditentukan atau direncanankan sebelumnya.

–          Kejadian kondisional adalah sebuah event yang dipicu oleh kondisi yang ditemui.

  1. Jenis Event

–          Arrival Event terjadi ketika entitas pelanggan tiba di dalam antrian.

–          Departure Event terjadi ketika entitas pelanggan menyelesaikan transaksi ATM

–          Termination Event untuk mengakhiri simulasi

 

4.  CONTOH KASUS

 

Simulasi antrian pada teller bank , server yang menangani kinerja teller bank harus dapat menangani seluruh nasabah yang datang.Dengan jumlah nasabah yang datang dan waktu pelayanan pernasabah yang tidak pasti.Server yang digunakan adalah server tunggal

 

Penyelesaian

ti = waktu kedatangan pelanggan ke i (t0 = 0)

Ai = ti – ti-1 = interval waktu kedatangan antara pelanggan ke (i-1) dan ke i

Si = lama waktu server melayani pelanggan ke i

Di= delay dalam antrian untuk pelanggan ke i

ci = ti + Di + Si= waktu pada pelanggan ke i selesai dilayani dan keluar

ei= waktu terjadinya event ke i ( dari semua jenis event)

 

Kondisi 1 (antrian masih kosong )

e0=0 , server= idle

Kondisi 2 (datang Nasabah 1 dan dilayani)

e1=t1 , server=bussy

Kondisi 3 (Nasabah 1 dilayani , datang Nasabah 2)

e2=t2

t2=t1+A2

Kondisi 4 (Nasabah 1 selesai dilayani , Nasabah 2 menuju teller dan datang Nasabah 3 )

e3=t3

t3=t2+A3

c1=t1+S1

D2=c1-t2

c2=c1+S2

 

5.   ISTILAH LAIN

Ada beberapa istilah yang dikenal pada DES ini, khususnya pada kasus antrian di bank.

  • Akumulator Statistik (Statistical accumulators):

Simple-average: waktu rata-rata pelanggan menunggu dalam antrian

Time-average: Jumlah rata-rata pelanggan di dalam antrian

 

  • Time-average number of customers in the queue:

Simple-average time in queue

–          Menghitung jumlah pelanggan yang melewati antrian.

–          Saat pelanggan melalui antrian, waktu menunggu dicatat.

–          Dihitung saat masuk antrian sampai meninggalkan antrian.

–          Dihitung saat masuk antrian sampai meninggalkan antrian:simple-average time in queue = ti – arrival time

 

Referensi

 

[1]https://alvinburhani.wordpress.com/2012/05/29/simulasi-event-diskrit/

[2]http://benazirpirzada.blogspot.com/2009/09/model-simulasi-diskrit-discrete

[3]Slide pembelajaran Pemodelan Sistem Telkom University

[4]http://mohiqbal.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30882/4+SimMod+-+Simulasi+Even+diskrit.pdf.

[5] https://alvinburhani.wordpress.com/2012/05/29/simulasi-event-diskrit/

 

Rangkuman Pemodelan Sistem

1. Definisikan Sistem, Model dan Simulasi

Sistem menurut Anatol Rapoport adalah satu kesatuan yang befungsi sebagai kesatuan karena bagian bagian yang saling bergantung dan sebuah metode yang bertujuan untuk menemukan sistem yang lebih luasSistem dapat direpresentasikan dengan menggunakan model maupun simulasi. Model adalah deskripsi yang menjelaskan suatu obyek/sistem/konsep yang disederhanakan. Model dapat berbentuk  fisik (maket,prototipe), citra(gambar, visualisasi, grafis) maupun rumusan masalah matematis. Simulasi adalah metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan aslinya.

2. Jenis -Jenis model

1. Model Fisik

Merupakan suatu model yang dilihat  mata dan terdefinisi. Model fisik ini dibagi kembali menjadi beberapa bagian :

  1. Model Ikonik

Suatu model  yang  menirukan  sistem  aslinya,  tetapi  dalam suatu skala tertentu. Model iconik memiliki karakteristik yang sama dengan hal yang diwakilinya, terutama dalam hal menerangkan kejadian waktu yang spesifik. Model iconik ini dapat dua dimensi atau tiga dimensi.

  1. Model Analog

Suatu model  yang menirukan  sistem  aslinya tetapi mengambil  beberapa  karakteristik  utama  dan  menggambarkannya dengan benda.

 

2. Model Simbolik

Suatu  model  yang  menggambarkan  suatu sistem dengan  symbol simbol biasa dan   simbol-simbol  matematik.

Kelamahan model simbolik :

– Sederhana dan tidak detil

– Hanya memberikan gambaran elemen dan jenis aktivitas serta hubungan antar elemen tetapi tidak  menggambarkan dinamika sistemnya.

Model simbolik ini dikelompokan menjadi beberapa bagian :

a. Model statik

Model yang digunakan untuk mempersentasikan sistem tertentu dimana waktu tidak punya peranan. Model statik memberikan informasi tentang peubah-peubah model. Contoh dari model statik adalah simulasi Monte Carlo (simulasi perilaku sistem Fisika dan Matematika).

b. Model dinamik

Model dinamik merupakan model yang mempresentasikan sistem sepanjang pergantian waktu ke waktu. Model dinamik lebih sulit dan pembuatannya lebih membutuhkan banyak budget.

c. Model Desktiptif

Sebuah model yang hanya menggambarkan suatu deskripsi matematis atau suatu model yang hanya menggambarkan sebuah system tanpa rekomendasi.

d. Model Predikif

sebuah model yang menunjukan apa yang akan terjadi bila akan terjadi.

contoh untuk no 2

10945946_976548099040816_1313524292_n

3. Syarat – Syarat sistem dapat dimodelkan

  • Sistem dibentuk dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu tujuan.
  • Elemen sistem harus memiliki rencana yang ditetapkan.
  • Adanya hubungan diantara setiap elemen sistem.
  • Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi, dan material) lebih penting daripada elemen sistem.

4. Langkah – Langkah Pemodelan dan Simulasi

Untitled

  1. Pendefinisan masalah untuk memurnikan bagian yang sudah ada dalam pendefinisan masalah dengan tujuan masalah. Tahap ini juga untuk menentukan :

-input dan output

-tingkat hirarki yang relevan dengan tingkat model atau hirarki model dalam kasus model hirarkis.

-jenis distribusi spasial (didistribusikan atau disamakan model)

-rentang diperlukan dan akurasi model

-karakteristik waktu (statis vs dinamis) dari model proses.

2.     Mengidentifikasikan factor-faktor yang berpengaruh atau mengambil langkah selanjutnya untuk menyelidiki proses yang berperan dalam system yang relevan dengan tujuan pemodelan.

3.     Mengevaluasi data untuk masalah Seperti yang telah telah dicatat, model sistem proses nyata oleh karena itu, kita hampir selalu perlu untuk menggunakan data proses diukur secara langsung atau nilai parameter estimasi dalam model.

4.     Membangun model yaitu membuat atau membangun model yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah ersebu.

5.     Penyelesaian solusi model Cari dan menerapkan prosedur solusi Setelah mendirikan model, kita harus mengidentifikasi bentuk dan menemukan atau menerapkan prosedur solusi.

6.     Verifikasi hasil solusi model yang Memiliki solusi adalah hanya awal dari analisis. Verifikasi adalah menentukan apakah model tersebut berfungsi dengan benar. Apakah kode dengan benar dan memberikan jawaban yang Anda inginkan? Ini tidak sama dengan validasi model di mana kita periksa model terhadap realitas.

7.     Validasi model Setelah model telah dibentuk, kita harus mencoba untuk memvalidasi itu. Ini memeriksa kualitas dari model yang dihasilkan terhadap pengamatan independen atau asumsi. Biasanya, hanya sebagian validasi dilakukan dalam kasus-kasus praktis tergantung pada tujuan pemodelan.

5. Contoh – Contoh Sistem yang Dimodelkan dan Simulasi

Capturea

Capturea

Capturea

Capturea

Capturea

Capturea

Referensi

[1]Anonim.2012.zulfikarmsi.wordpress.com.diakses 22 Januari 2014
[2] Anonim.2012.lenterakecil.com.diakses 22 Januari 2014

[3] Mahmud – Bab 3.pdf

[4] https://muhammadghazali.wordpress.com/tag/syarat-syarat-sistem/

jaringan komputer- aplikasi protokol FTP dan cara kerja

berikut video penjelesan mengenai salah satu aplikasi protokol yaitu FTP(File Transfer Protocol)

video ini dibuat untuk memenuhi tugas jaringan komputer, fakultas teknik informatika unisversitas telkom.

aplikasi protokol yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. hal hal pokok pada FTP yaitu ftp server dan FTP client komputer yang meminta koneksi ke server untuk transfer data.

untuk lebih lanjut silahkan lihat di link tersebut. terimakasih

 

Routing Protokol, Implementasi dan Performansi

ROUTING

proses untuk memilih jalur yang harus dilalui oleh paket. Biasanya routing hanya melihat dari segi jalur yang terpendek.

 

Routing Protocol 

Routing protocol ini berguna untuk meng-update/merubah isi routing table. Pada dasarnya routing protocol menentukan jalur yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork.

 

Distance vector

Menemukan jalur yang terbaik ke  network remote dengan  melihat jarak tsb. Route dengan jarak hop yang paling sedikit akan menjadi route terbaik. RIP dan IGRP adalah routing protocol dari distance-vector

.

Routing Information Protocol (RIP)

 

Meng-update routing table ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIP hanya menggunakan jumlah hop untuk menentukan  cara terbaik ke sebuah network remote. RIP memiliki jumlah hop maksimal yg diizinkan, yaitu 15, Jika hop tersebut lebih dari 15, maka paket dibuang. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rute default.

 

Open Shortest Path First (OSPF)

 

OSPF bekerja dengan sebuah algoritma yang disebut algoritma Dijkstra. Pertama sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun, dan kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yg dihasilkan dari pohon tesebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja. Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah. Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan.

 

IMPLEMENTASI DAN PERFORMANSI

 

Fabrics

Switching fabrics ini beralih sepenuhnya terkandung dengan router – di dalam jaringan router jaringan. Ada 4 jenis fabrics:

SharedBus

Karena bus bandwidth yang menentukan throughput dari switch ,Kinerja tinggi switch bus dirancang khusus daripada bus standar yang beradadi komputer .

 

SharedMemory

paket yang ditulis ke lokasi memori dengan port input dan kemudian membaca dari

memori dengan port output. Sebuah switch memori bersama

mirip secara prinsip dengan saklar bus bersama, kecuali  bus memori yang mempunyai kecepatan tinggi daripada I / O bus .

 

Crossbar

Sebuah switch adalah matriks jalur yang dapat

dikonfigurasi untuk menghubungkan port input ke port output. Mereka membutuhkan setiap output

untuk menerima paket dari semua masukan sekaligus , berguna untuk bahwa setiap port akan memiliki bandwidth memory sama dengan total beralih throughput.

Self- ruting

self routing ini tergantung kepada segelintir informasi di dalam header paket untuk mengarahkan setiap paket nya ersebut benar output.Self- routing yang sering dibangun dari sejumlah besar sangat sederhana 2 × 2 switching
elemen yang saling berhubungan sehingga membentuk pola yang teratur.

 

http://dede-note.blogspot.com/2013/11/routing-dinamis-rip-igrp-ospf-eigrp-dan.html

 

http://santekno.blogspot.com/2013/01/pengertian-perbedaan-routing-static-dan.html

 

DETEKSI KESALAHAN

Berikut beberapa bit pariti deteksi kesalahan

A. Vertical Redundancy Check / VRC

Pemerikasaan setiap karakter yang dikirimkan (sebanyak 7 bit) oleh penerima apakah karakter tersebut benar atau salah . kekurangan  bila ada 2 bit yang terganggu ia tidak dapat melacaknya karena paritinya akan benar.

Contoh :

ASCII huruf  A  adalah 41 heksa

100 0001       7 bit

1100 0001       pariti ganjil

0100 0001       pariti genap

huruf  A pada ASCII dalam Heksa :

– 41  bilamana pariti genap

– A1 bilamana pariti ganjil

 

B. Longitudinal Redudancy Check (LCR)
LRC ini dikembangkan untuk melengkapi kelemahan yang dimiliki VRC, digunakan LRC untuk data yang dikirim secara blok. SepertiVRC, hanya saja penambahan bit dilakukan pada akhir setiap blok karakter yang dikirimkan. . Tiap blok mempunyai satu karakter khusus  yang disebut Block Check Character (BCC) yang dibentuk dari bit uji. Dengan cara ini maka kesalahan lebih dari satu bit juga dapat ditemukan,sehingga kecepatan pengirim data dapat dipertinggi.

Kelebihan LRC

–          Dapat mengatasi burst error.

–          Dengan mudah penerima memeriksa BCC, setengah bit tidak mengikuti peraturan paritas genap maka keseluruhan blok tidak diterima.

Kelemahan LRC

–           Jika 2 bit dalam satu unit data rusak & 2 bit tersebut berada dalam posisi yang sama yg juga rusak – maka tidak dapat terdeteksi “

–          Terjadi overhead akibat penambahan  bit pariti per 7 bit untuk karakter.

 

 

 

Source :

http://4information-arie149.blogspot.com/2010/04/deteksi-eror-dan-koreksi-eror.html

www.academia.edu

 

MENGENAL JARINGAN KOMPUTER

 

A. PENGERTIAN  JARINGAN KOMPUTER

Pengertian dari Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer yang saling terhubung satu dengan lainnya berinteraksi melakukan transfer data ataupun bertukar informasi (sharing). Komputer – komputer tersebut tidak hanya terhubung satu dengan yang lainnya tetapi menggunakan peralatan – peralatan tertentu agar dapat terhubung.

Seiring berkembangnya teknologi komputasi, informasi dan komunikasi suatu model personal komputer yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekelompok komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling terhubung dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).

 

 

B. REQUIREMENT SEBUAH JARINGAN

 

1. Kabel

 

Kabel (wire) merupakan peralatan yang terdiri dari antar kawat tembaga yang berfungsi untuk mengalirkan listrik. Kabel yang digunakan untuk sebuah jaringan antara lain disebut kabel UTP (UnTwisted Pair). Kabel UTP terdiri dari warna – warna tertentu yang merepresentasikan hal – hal tertentu didalam penentuan apakah satu komputer dengan komputer lain atau komputer dengan peralatan lain dapat berkomunikasi atau tidak. Ada 3 jenis kabel UTP yang sering dipakai diantaranya adalah 10BASE-T(Ethernet), 100BASE-TX(Fast Ethernet atau disingkat FE) dan 1000BASE-T(Gigabit Ethernet atau disingkat dengan GE).

 

2. Konektor RJ45

 

RJ45 merupakan connector yang ada pada kabel UTP ditempatkan. RJ45 bisa dibilang sebagai kepala dari kabel jaringan dimana melalui RJ45 inilah kabel dihubungkan ke port jaringan yang ada pada sebuah komputer atau peralatan lainnya.

kabel rj45

3. Crimping

Crimping merupakan peralatan yang digunakan untuk memasang konektor RJ45 kedalam kabel sehingga konektor RJ45 terpasang dengan benar. Saat melakukan pemasangan perlu diperhatikan bahwa setiap kabel yang dimasukkan kedalam RJ45 sudah terpasang dengan tepat. Karena apabila RJ45 sudah terpasang namun mengalami kegagalan maka RJ45 tersebut tidak dapat lagi digunakan.

 

4. Router

Router dbertugas untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain atau satu jaringan dengan jaringan lain agar komputer atau jaringan tersebut dapat saling berkomunikasi. Ada 2 keuntungan menggunakan router diantaranya adalah :

1. Router tidak memforward broadcast yang ada. Hal ini adalah default dari router. Namun kita dapat mengubahnya.

2. Router dapat melakukan filter jaringan yang ada pada layer 3 (Network Layer)

4 Fungsi dari Router diantaranya :

1. Packet switching

2. Packet Filtering

3. Internetwork communication

4. Path selection

 

5. Switch

Merupakan suatu perangkat keras (hardware) yang menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network(LAN). Swicth beroperasi pada layer 2 (Data Link Layer) dari model OSI.

 

6. Hub

 

Hub adalah perangkat keras jaringan yang menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network (LAN). Fungsi hub sebenarnya sama dengan switch, namun yang membedakannya adalah hub berada pada Layer 1 dalam OSI model dan pengiriman data dilakukan ke semua komputer yang terhubung dalam satu LAN. Selain itu hub hanya memiliki 1 collision domain.

 

Ada 3 type dari hub yaitu diantaranya :

 

1. Passive Hub

Passive hub tidak menguatkan sinyal elektrik dari paket yang masuk kedalam hub sebelum hub membroadcast paket – paket tersebut keluar.

 

2. Active Hub

Active Hub adalah kebalikan dari passive hub. Active hub melakukan penguatan sinyal elektrik dari paket yang masuk kedalam hub. Active hub juga disebut juga dengan repeater.

3. Intelligent Hub

Intelligent Hub adalah active hub dengan penambahan fitur diantaranya kemampuan remote management melalui SNMP dan dukungan VLAN (Virtual LAN).

 

7. Bridge

Bridge pada dasarnya hampir sama dengan switch namun yang membedakan adalah pencatatan mac address pada bridge hanya berdasarkan hardware dan juga port dari bridge juga lebih sedikit dibandingkan dengan switch.

 

Simbol – Simbol Peralatan

Dalam menggambarkan design suatu jaringan kedalam media tertentu adalah tidak mungkin kalau kita menggunakan gambar fisik dari masing – masing peralatan. Karena itu digunakan simbol – simbol tertentu untuk masing – masing peralatan. Simbol – simbol tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

 

http://ronisinaga.wordpress.com/2008/11/19/jenis-%E2%80%93-jenis-peralatan-yang-digunakan-dalam-membangun-sebuah-jaringan/

 

C. Latar Belakang Pemilihan Arsitektur Jaringan (internet)

Arsitektur jaringan merupakan struktural penggunaan perangkat lunak (software) dalam jaringan agar satu komputer dengan komputer yang lainnya dapat melakukan komunikasi dan pertukaran data (sharing interaction). Adapun keamanan sistem dalam jaringan komputer adalah bagian yang tak terpisahkan dari keamanan sistem komputer sebuah organisasi secara keseluruhan, terutama dengan semakin berkembangnya internet. Jika sebuah jaringan komputer tidak aman, maka sistem komputer pada organisasi tersebut juga tidak aman. Untuk itu sebuah keamanan sistem jaringan haruslah sangat diperhatikan ketika kita akan merancang sebuah jaringan.

Berdasarkan metode pengorganisasiannya, jaringan komputer dibagi dalam 3 model pengorganisasian:

  • Jaringan Peer to Peer

 

peer to peer network

Model jaringan ini tidak memiliki server khusus. Jaringan peer to peer merupakan sebuah jaringan workgroup, dimana setiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server sekaligius.

Dalam jaringan ini, dua atau lebih komputer telah terhubung melalui suatu jaringan dan dapat berbagi sumber daya (seperti printer dan file) tanpa memiliki server yang berdiri sendiri.

  • Jaringan Client/Server

Dalam model client/server perangkat yang meminta informasi disebut dengan client sedangkan perangkat yang menanggapi permintaan client disebut dengan server.

Proses client/server dipertimbangkan sebagai lapisan aplikasi. Client memulai pertukaran dengan melakukan permintaan data dari server, yang kemudian menanggapi permintaan dengan mengirimkan satu atau lebih aliran aliran data ke client.

  • Jaringan Hybrid

Jaringan ini menggabungkan keuntungan antara jaringan client/server dan jaringan Peer to Peer. User dapat mengakses seluruh sumber daya yang dibagikan oleh jaringan peer to peer, dan dalam waktu yang bersamaan dapat menggunakan sumber daya yang disediakan oleh server.

http://aina-tunk.blogspot.com/2013/07/jenis-jarkom-berdasarkan-arsitektur.html

 

Topologi Jaringan

Topologi adalah bentuk hubungan dari suatu jaringan (map of network). Jika ditinjau dari segi keberadaannya topologi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

  • Physical Topology : menjelaskan hubungan perkabelan dan lokasi workstation
  • Logical Topology : menjelaskan aliran message/ data dari suatu user ke user lainnya dalam jaringan

 

Secara umum topologi terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

  • Topologi Bus

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
  • Umum digunakan karena sederhana
  • Signal melewati kabel dalam dua arah
  • Jika salah satu kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti

 

  • Topologi Ring

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Lingkaran tertutup berisi node
  • Sederhana dalam layout
  • Signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindari terjadinya collision ( dua paket data bercampur)
  • Jika salah satu kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti

 

  • Topologi Star

Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node
  • Mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
  • Jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
  • Dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel, UTP

 

  • Topologi hierarchial

Topologi ini biasa disebut topologi tree. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signalling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access

 

 

  • Topologi Mesh

Topologi Mesh dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil.

 

 

 

 

 

ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnected) Reference Model. Memiliki 7 layer yang mendefinisikan fungsi. Untuk setiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.

osi model layers

  • Application Layer : interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses.
  • Presentation Layer : rutin standard me-presentasi-kan data.
  • Session Layer : hubungan antar aplikasi yang berkomunikasi
  • Transport Layer : menjamin penerima mendapatkan data seperti yang dikirimkan.
  • Network Layer : hubungan lintas jaringan dan mengisolasi layer yang lebih tinggi. Pengalamatan dan pengiriman data.
  • Data-link Layer : pengiriman data melintasi jaringan fisik.
  • Physical Layer : karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.

 

http://blog.ub.ac.id/binderonline/2010/03/konsep-dan-arsitektur-jaringan-internet/

D. PARAMETER PERFORMANSI JARINGAN

Performansi Jaringan merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam mengelola suatu jaringan wireless. Performansi jaringan ini dapat memberikan informasi kepada operator mengenai operasi jaringan yang dimiliki dan untuk memberikan informasi mengenai kejanggalan / perubahan jaringan yang aneh. Dengan adanya performansi tersebut, masalah yang terjadi dapat segera dianalisa penyebabnya dan dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur yang ada.

Untuk mengetahui bagaimana performansi dari jaringan tersebut, diperlukan adanya proses monitoring jaringan yang dilakukan setiap hari, dan dapat dilaporkan setiap minggu ataupun setiap bulan yang dapat digunakan sebagai analisa peningkatan jaringan sehingga antara operator dan customer sama – sama merasakan kepuasan akan layanan jaringan yang tersedia.

Ada beberapa parameter yang menjadi acuan dalam menganalisis performansi jaringan. Sebelum mengetahui apa saja parameter yang menjadi acuan dalam analisis performansi jaringan, berikut adalah tujuan dilakukannya analisis performansi jaringan :

  • Service Monitoring,  untuk memastikan layanan jaringan diberikan dengan baik kepada user.
  • Network Planning, pengukuran jaringan untuk perencanaan jaringan kedepan.
  • Cost and Billing Information, untuk memberikan informasi tagihan kepada user.
  • Research, penelitian untuk peningkatan performansi jaringan.
  • Network Trobleshooting, membenahi kerusakan jaringan akibat kesalahan bagian jaringan.
  • Protocol Debugging, menyediakan bantuan untuk meyakinkan perilaku dan kinerja aplikasi dan protokol versi terbaru yang diimplementasikan padasuatu jaringan.
  • Workload Characterization, memberikaninformasi beban kerja yang terjadi pada suatu jaringan.
  • Performance Evaluation, memberikan informasi bagaimanakinerja protokol dan aplikasi yang terdapat pada suatu jaringan yang kemudian dapatdianalisa untuk dievaluasi.

Dengan beberapa tujuan dilakukannya analisis performansi jaringan komputer tersebut maka kita harus mengetahui apa saja yang manjadi parameter dalam melakukan analisis performansi komputer. Berikut parameter dalam melakukan analisis performansi jaringan:

  • Delay, merupakan waktu yabg dibutuhkan oleh data yang dikirim ke alamat tujuan. Delay merupakan salah satu aspek analisis performansi jaringan karena dengan mengukur delay maka kita dapat mengetahui kepadatan jaringan dan kapasitas jaringan. Jika delay yang diukur menunjukan waktu yang lama, maka dapat dipastikan kepadatan jaringan sedang tinggi atau kapasitas jaringan terlalu kecil. Untuk itu bisa dilakukan pelebaran jaringan atau pemindahan jalur pengiriman data.
  • Jitter, merupakan variasi dari delay dimana jitter dipengaruhi oleh bebban trafik dan besarnya tumbukan antar paket data (congestion) di dalam jaringan. Pengukuran dilakukan dengan jitter dimana apabila jitter besar dan delay kecil, maka belum tentu performansi jaringan jelek. Performasi dikatakan jelek apabila jitter dan delay besar.
  • Paket Loss, merupakan besarnya paket data yang tidak sampai di tujuan pengiriman. Semakin besar paket loss makan semakin buruk performansi jaringan.
  • Kapasitas Bandwith, merupakan nilai maksimum bandwith secara teori dari ujung ke ujung.
  • Throghput, merupakan besaran yang mengukur laju bit informasi dari laju bit jaringan.
  • Bitrate yaitu jumlah bit yang diproses dalam satuan waktu
  • BER  yaitu jumlah bit dari data yang dikirim yang mengalanmi error atau terkena noise
  • Utilisasi Bandwidth, merupakan total trafik dalam mengunakan satu jalur.
  • Bandwith yang tersedia, merupakan besar kepasitas bandwith dikurangi dengan utilisasi dalam satuan waktu.
  • Bandwidth tercapai, merupakan throughput antara dua titik pada kondisi tertentu.

Pengukuran dapat dilakukan dengan :

  • Pembentukan Baseline.

Pembentukan baseline merupakan pembuatan acuan performansi sehingga dapat didapatkan perbandingan antara performansi sebelum dan sesudah di analisis perubahannya. Baseline tergantung dari operasi Router/Switch. Availability atau kestabilitan jaringan dan Aplikasi.

  • Measuring avaibility

Proses ini dilakukan dengan mengukur ukuran waktu network/aplikasi yang dapat digunakan oleh user. Dari sudut pandang network, hal ini akan menunjukan kehandalan komponen jaringan secara individu.

  • Measuring Respon Time

Proses ini dilakukan dengan mengukur waktu yang diperlukan traffic berjalan dari satu titik ke titik lainnya. Factor yang mempengaruhi adalah Nerwork congestion, routing  yang salah piranti jaringan yang menurun, gangguan jaringan seperticuaca buruk, Noice atau CRC error. Respon time yang berbasis user adalah gabungan dari respon time client, jaringan dan server.

  • Measuring Accuracy

Proses ini adalah mengukur prosentase dari  sukses rate terhadap total paket dalam periode waktu, accuracy dapat bernilai kecil apabila ada pengkabelan yang tidak standart, electrical interference, gangguan pada hardware dan software.

  •  Measuring Utilization

Pengukuran Utilization adalah ukuran penggunaan sumber daya pada satuan waktu.Utilisasi yang tinggi belum tentu jelek kinerjanya. Utilisasi rendah dapatdimungkinkan karena adanya gangguan, utilisasi yang berlebih dapatmenyebabkan packet drop dan queuing.Metrik kinerja yang lazim diukur adalah respon time, packet loss, utilization,availability, through put, CPU dan memory usage.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/73756290/Parameter-Untuk-Mengukur-Kinerja-Jaringan

http://ti-kf15.blogspot.com/2011/11/parameter-kinerja-jaringan.html

 

SISTEM OPERASI , Sang Mediator

a. Definisi Sistem Operasi

Definisi Sistem Operasi menurut American National Standard: Software yang mengontrol pelaksanaan program yang terdapat dalam setiap computer, dengan mengatur waktu dari setiap proses, pemeriksaan kesalahan, melakukan perhitungan(algoritma) , penyimpan serta mengolah data.

Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris berarti operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web

Kesimpulannya bahwa sistem operasi merupakan sebuah software yang bertugas mengontrol dan memanajemen pelaksanaan program dan sebagai penghubung antara user dengan perangkat keras dalam komputer.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software yang paling utama berjalan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Lalu software lainnya akan melakukan tugasnya saat sistem operasi sudah berjalan dan akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori,  schedulling task, dan antar-muka user. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel”.

b.      Fungsi Sistem Operasi

 

Sistem Operasi Sebagai Interface Pengguna/Komputer

 

Komputer membutuhkan suatu perantara antara pengguna dan perangkat-perangkatnya, disinilah peran utama dari sistem operasi yakni untuk menjembatani antara pengguna dengan perangkat-perangkat itu sendiri. Hal ini mejadikannya lebih mudah dalam mengakses dan menggunakan fasilitas maupun layanan dalam komputer tersebut. Pada umumnya sistem operasi memiliki layanan dalam bidang-bidang berikut :

  1. Pembuatan Program

Sistem operasi menyediakan berbagai fasilitas dan layanan seperti sebagai editor dan debugger ,untuk membantu para pemrogram dalam membuat program.

 

  1. Eksekusi Program

Beberapa program memerlukan task untuk melakukan eksekusi sebuah program. Instruksi dan data harus dimuat ke dalam memori utama, perangkat I/Odan file harus diinisialisasi, dan sumber daya lainnya harus disiapkan.

2.   Acces ke perangkat I/O

Setiap perangkat I/O membutuhkan set instruksinya sendiri atau signal control untuk operasi.

3.   Acces terkontrol ke file

Dalam hal ini, diperlukan control untuk sifat perangkat I/O dan file yang terdapat dalam media penyimpan.

4.   Deteksi error dan respons

Bermacam-macam error dapat terjadi pada saat sistem komputer bekerja. Error ini meliputi error hardware internal dan eksternal,misalnya memori error atau kegagalan atau kesalahan fungsi perangkat. Disini dia memberikan semacam pemberitahuan kepada user dan mengatur kinerja komputer.

5.   Accounting

Sistem operasi yang baik akan mengumpulkan data pemakaian bermacam-macam sumber daya dan memonitor parameter kinerja, seperti waktu respons. Informasi ini sangat berguna untuk pengembangan di masa mendatang dan mengubah syistem untuk meningkatkan kinerja.

 

Sistem Operasi sebagai Manajer Sumber Daya

 

Komputer berisi kumpulan sumber daya yang berfungsi untuk perpindahan,penyimpanan dan pengolahan data serta untuk mengontrol fungsi tersebut. Disini peran Sistem operasi yakni bertanggung jawab atas pengaturan sumber daya tersebut.

 

c.       Sejarah Perkembangan Sistem Operasi

Menurut Tanenbaum, perkembangan Sistem Operasi dibagi dalam empat generasi,yakni sebagai berikut:

 

1. Generasi Pertama (1945-1955)

Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, dikarenakan manusia memiliki keterbatasan dalam menghitung seperti melakukan kecerobohan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, oleh karena itu inputan untuk komputer masih dilakukan secara langsung.

 

2. Generasi Kedua (1955-1965)

Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum mempunyai sistem operasi, tetapi beberapa fungsi telah ada, contohnya ialah FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS. Jadi generasi komputer kedua ini merupakan generasi pertama dari sistem Operasi.

 

3. Generasi Ketiga (1965-1980)

Pada generasi ini perkembangan sistem operasi diperuntukkan kepada banyak pemakai, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user dan multi-programming.

 

4. Generasi Keempat (Pasca 1980an)

Pada masa ini para pengguna juga telah diperkenalkan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman dan menarik.

 

5. Generasi Selanjutnya

Pada generasi selanjutnya diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam sebuah Sistem Operasi, ini adalah contoh sebuah Sistem Operasi berbasikan Website yang berkerja di dalam sebuah Sistem Operasi. Dan generasi selanjutnya diperkenalkanlah Sistem Operasi bergerak (Mobile) pada perangkat bergerak seperti : PDA, Poket PC, dan lain sebagainya.

 

d.      Tugas OS

 

Proses

Banyak definisi yang diberikan untuk istilah proses,diantaranya

  1. Program yang sedang dieksekusi
  2. Entity yang dapat diassign ke prosesor dan dapat dieksekusi pada prosesor.
  3. Suatu unit dari karakteristik oleh sekuensial

Perkembangan sistem komputer secara tidak langsung menimbulkan masalah dalam sinkroisasi, yang berpengaruh terhadap perkembangan konsep proses multiprogramming batch operation, time-sharing, dan transaksi real time.

Arah perkembangan yang pertama yakni, multi programming dibuat untuk menjaga agar proses dan perangkat I/O,termasuk perangkat penyimpan, tetap dalam keadaan sibuk untuk memperoleh efisiensi yang maksimum.

Arah perkembangan yang kedua adalah general-purpose time-sharing. tujuan utamanya adalah agar  dengan cepat merespon kebutuan para pengguna saat ini, dengan alasan biaya dan harus mampu mendukung para pengguna yang berjumlah banyak.

Arah perkembangan yang ketiga adalah transaction processing system. Pada proses ini pengguna melakukan query atau update terhadap sebuah database.

Proses memiliki tiga komponen utama yaitu:

  1. Program yang executable
  2. Data terkait yang diperlukan oleh program ( variabel, ruang kerja, buffer, danlain-lain).
  3. Konteks eksekusi program tersebut.

Konteks eksekusi

Konteks eksekusi mencakup seluruh informasi yang diperlukan oleh sistem operasi untuk mengatur proses dan yang diperlukan prosesor untuk mengeksekusi proses secara benar. Jadi, konteks meliputi isi bermacam-macam register prosesor. Konteks juga mencakup informasi penggunaan pada sistem operasi, misalnya prioritas proses dan apakah suatu proses sedang menunggu selesainya suatu event I/O tertentu atau tidak.

 

Manajemen Memori

Untuk penyimpanan yang efisien diperlukan pengontrolan oleh manajer sistem. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sistem operasi memiliki lima tugas penting, yakni:

  1. Isolasi proses : agar proses tidak saling menganggu data dan memori maka harus dicegah oleh sistem operasi.
  2. Alokasi otomatis dan manajemen : program dialokasikan ke dalam memori apabila diperlukan
  3. Dukungan pemrograman modular : modul-modul program harus dapat diubah secara dinamis
  4. Proteksi dan control acces : penggunaan memori secara bersama-sama
  5. Penyimpanan jangka lama: penyimpanan informasi dalam waktu yang lama dibutuhkan oleh pengguna

 

Proteksi Informasi dan Keamanan

Pemakaian sistem time-sharing pada umumnya meningkatkan perhatian pada sistem proteksi dan keamanan. keamanan dan proteksi yang berhubungan dengan sistem operasi dibagi menjadi tiga kategori:

  1. Pengontrolan akses : berkaitan dengan pengaturan akses pengguna ke sistem keseluruhan, subsistem, dan data.
  2. Pengontrolan aliran informasi : mengatur aliran data di dalam sistem dan pengantarannya ke pengguna.
  3. Sertifikasi : berkaitan dengan mekanisme akses dan kontrol menerapkan kebijakan proteksi dan keamanan yang diinginkan.

 

Penjadwalan dan Manajemen Sumber Daya

Tugas utama sistem operasi adalah untuk mengatur sumber daya yang tersedia (memori utama, perangkat I/O, prosesor ) dan menjadwalkan penggunaannya ke berbagai proses aktif. Oleh karena itu penjadwalan dan manajemen sumber daya perlu memperhatikan kriteria:

  1. Keadilan : pada dasarnya, sumber daya diberi akses yang hampir sama dan adil ke sumber daya tersebut
  2. Responsibilitas Diferensial : Sistem operasi harus mengalokasi dan menjadwalkan yang memenuhi persyaratan secara umum dan dinamis.
  3. Efisiensi : sistem operasi berupaya untuk memaksimalkan throughput, meminimalkan waktu respons, dan dalam kasus time-sharing, dan mengakomodasi pengguna sebanyak mungkin.

 

 

Source

http://www.scribd.com/doc/21281720/Pengertian-Sistem-Operasi-Komputer

http://www.scribd.com/doc/34769726/SISTEM-OPERASI

http://student.uniku.ac.id/yogisanhari/2013/09/28/perkembangan-sistem-operasi/

Older posts

© 2017 dindagaze's blog

Theme by Anders NorenUp ↑