Berikut beberapa bit pariti deteksi kesalahan

A. Vertical Redundancy Check / VRC

Pemerikasaan setiap karakter yang dikirimkan (sebanyak 7 bit) oleh penerima apakah karakter tersebut benar atau salah . kekurangan  bila ada 2 bit yang terganggu ia tidak dapat melacaknya karena paritinya akan benar.

Contoh :

ASCII huruf  A  adalah 41 heksa

100 0001       7 bit

1100 0001       pariti ganjil

0100 0001       pariti genap

huruf  A pada ASCII dalam Heksa :

– 41  bilamana pariti genap

– A1 bilamana pariti ganjil

 

B. Longitudinal Redudancy Check (LCR)
LRC ini dikembangkan untuk melengkapi kelemahan yang dimiliki VRC, digunakan LRC untuk data yang dikirim secara blok. SepertiVRC, hanya saja penambahan bit dilakukan pada akhir setiap blok karakter yang dikirimkan. . Tiap blok mempunyai satu karakter khusus  yang disebut Block Check Character (BCC) yang dibentuk dari bit uji. Dengan cara ini maka kesalahan lebih dari satu bit juga dapat ditemukan,sehingga kecepatan pengirim data dapat dipertinggi.

Kelebihan LRC

–          Dapat mengatasi burst error.

–          Dengan mudah penerima memeriksa BCC, setengah bit tidak mengikuti peraturan paritas genap maka keseluruhan blok tidak diterima.

Kelemahan LRC

–           Jika 2 bit dalam satu unit data rusak & 2 bit tersebut berada dalam posisi yang sama yg juga rusak – maka tidak dapat terdeteksi “

–          Terjadi overhead akibat penambahan  bit pariti per 7 bit untuk karakter.

 

 

 

Source :

http://4information-arie149.blogspot.com/2010/04/deteksi-eror-dan-koreksi-eror.html

www.academia.edu