dindagaze's blog

Telkom University Student Blog site

Month: September 2014

DETEKSI KESALAHAN

Berikut beberapa bit pariti deteksi kesalahan

A. Vertical Redundancy Check / VRC

Pemerikasaan setiap karakter yang dikirimkan (sebanyak 7 bit) oleh penerima apakah karakter tersebut benar atau salah . kekurangan  bila ada 2 bit yang terganggu ia tidak dapat melacaknya karena paritinya akan benar.

Contoh :

ASCII huruf  A  adalah 41 heksa

100 0001       7 bit

1100 0001       pariti ganjil

0100 0001       pariti genap

huruf  A pada ASCII dalam Heksa :

– 41  bilamana pariti genap

– A1 bilamana pariti ganjil

 

B. Longitudinal Redudancy Check (LCR)
LRC ini dikembangkan untuk melengkapi kelemahan yang dimiliki VRC, digunakan LRC untuk data yang dikirim secara blok. SepertiVRC, hanya saja penambahan bit dilakukan pada akhir setiap blok karakter yang dikirimkan. . Tiap blok mempunyai satu karakter khusus  yang disebut Block Check Character (BCC) yang dibentuk dari bit uji. Dengan cara ini maka kesalahan lebih dari satu bit juga dapat ditemukan,sehingga kecepatan pengirim data dapat dipertinggi.

Kelebihan LRC

–          Dapat mengatasi burst error.

–          Dengan mudah penerima memeriksa BCC, setengah bit tidak mengikuti peraturan paritas genap maka keseluruhan blok tidak diterima.

Kelemahan LRC

–           Jika 2 bit dalam satu unit data rusak & 2 bit tersebut berada dalam posisi yang sama yg juga rusak – maka tidak dapat terdeteksi “

–          Terjadi overhead akibat penambahan  bit pariti per 7 bit untuk karakter.

 

 

 

Source :

http://4information-arie149.blogspot.com/2010/04/deteksi-eror-dan-koreksi-eror.html

www.academia.edu

 

MENGENAL JARINGAN KOMPUTER

 

A. PENGERTIAN  JARINGAN KOMPUTER

Pengertian dari Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer yang saling terhubung satu dengan lainnya berinteraksi melakukan transfer data ataupun bertukar informasi (sharing). Komputer – komputer tersebut tidak hanya terhubung satu dengan yang lainnya tetapi menggunakan peralatan – peralatan tertentu agar dapat terhubung.

Seiring berkembangnya teknologi komputasi, informasi dan komunikasi suatu model personal komputer yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekelompok komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling terhubung dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).

 

 

B. REQUIREMENT SEBUAH JARINGAN

 

1. Kabel

 

Kabel (wire) merupakan peralatan yang terdiri dari antar kawat tembaga yang berfungsi untuk mengalirkan listrik. Kabel yang digunakan untuk sebuah jaringan antara lain disebut kabel UTP (UnTwisted Pair). Kabel UTP terdiri dari warna – warna tertentu yang merepresentasikan hal – hal tertentu didalam penentuan apakah satu komputer dengan komputer lain atau komputer dengan peralatan lain dapat berkomunikasi atau tidak. Ada 3 jenis kabel UTP yang sering dipakai diantaranya adalah 10BASE-T(Ethernet), 100BASE-TX(Fast Ethernet atau disingkat FE) dan 1000BASE-T(Gigabit Ethernet atau disingkat dengan GE).

 

2. Konektor RJ45

 

RJ45 merupakan connector yang ada pada kabel UTP ditempatkan. RJ45 bisa dibilang sebagai kepala dari kabel jaringan dimana melalui RJ45 inilah kabel dihubungkan ke port jaringan yang ada pada sebuah komputer atau peralatan lainnya.

kabel rj45

3. Crimping

Crimping merupakan peralatan yang digunakan untuk memasang konektor RJ45 kedalam kabel sehingga konektor RJ45 terpasang dengan benar. Saat melakukan pemasangan perlu diperhatikan bahwa setiap kabel yang dimasukkan kedalam RJ45 sudah terpasang dengan tepat. Karena apabila RJ45 sudah terpasang namun mengalami kegagalan maka RJ45 tersebut tidak dapat lagi digunakan.

 

4. Router

Router dbertugas untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain atau satu jaringan dengan jaringan lain agar komputer atau jaringan tersebut dapat saling berkomunikasi. Ada 2 keuntungan menggunakan router diantaranya adalah :

1. Router tidak memforward broadcast yang ada. Hal ini adalah default dari router. Namun kita dapat mengubahnya.

2. Router dapat melakukan filter jaringan yang ada pada layer 3 (Network Layer)

4 Fungsi dari Router diantaranya :

1. Packet switching

2. Packet Filtering

3. Internetwork communication

4. Path selection

 

5. Switch

Merupakan suatu perangkat keras (hardware) yang menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network(LAN). Swicth beroperasi pada layer 2 (Data Link Layer) dari model OSI.

 

6. Hub

 

Hub adalah perangkat keras jaringan yang menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network (LAN). Fungsi hub sebenarnya sama dengan switch, namun yang membedakannya adalah hub berada pada Layer 1 dalam OSI model dan pengiriman data dilakukan ke semua komputer yang terhubung dalam satu LAN. Selain itu hub hanya memiliki 1 collision domain.

 

Ada 3 type dari hub yaitu diantaranya :

 

1. Passive Hub

Passive hub tidak menguatkan sinyal elektrik dari paket yang masuk kedalam hub sebelum hub membroadcast paket – paket tersebut keluar.

 

2. Active Hub

Active Hub adalah kebalikan dari passive hub. Active hub melakukan penguatan sinyal elektrik dari paket yang masuk kedalam hub. Active hub juga disebut juga dengan repeater.

3. Intelligent Hub

Intelligent Hub adalah active hub dengan penambahan fitur diantaranya kemampuan remote management melalui SNMP dan dukungan VLAN (Virtual LAN).

 

7. Bridge

Bridge pada dasarnya hampir sama dengan switch namun yang membedakan adalah pencatatan mac address pada bridge hanya berdasarkan hardware dan juga port dari bridge juga lebih sedikit dibandingkan dengan switch.

 

Simbol – Simbol Peralatan

Dalam menggambarkan design suatu jaringan kedalam media tertentu adalah tidak mungkin kalau kita menggunakan gambar fisik dari masing – masing peralatan. Karena itu digunakan simbol – simbol tertentu untuk masing – masing peralatan. Simbol – simbol tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

 

http://ronisinaga.wordpress.com/2008/11/19/jenis-%E2%80%93-jenis-peralatan-yang-digunakan-dalam-membangun-sebuah-jaringan/

 

C. Latar Belakang Pemilihan Arsitektur Jaringan (internet)

Arsitektur jaringan merupakan struktural penggunaan perangkat lunak (software) dalam jaringan agar satu komputer dengan komputer yang lainnya dapat melakukan komunikasi dan pertukaran data (sharing interaction). Adapun keamanan sistem dalam jaringan komputer adalah bagian yang tak terpisahkan dari keamanan sistem komputer sebuah organisasi secara keseluruhan, terutama dengan semakin berkembangnya internet. Jika sebuah jaringan komputer tidak aman, maka sistem komputer pada organisasi tersebut juga tidak aman. Untuk itu sebuah keamanan sistem jaringan haruslah sangat diperhatikan ketika kita akan merancang sebuah jaringan.

Berdasarkan metode pengorganisasiannya, jaringan komputer dibagi dalam 3 model pengorganisasian:

  • Jaringan Peer to Peer

 

peer to peer network

Model jaringan ini tidak memiliki server khusus. Jaringan peer to peer merupakan sebuah jaringan workgroup, dimana setiap komputer dapat berfungsi sebagai client dan server sekaligius.

Dalam jaringan ini, dua atau lebih komputer telah terhubung melalui suatu jaringan dan dapat berbagi sumber daya (seperti printer dan file) tanpa memiliki server yang berdiri sendiri.

  • Jaringan Client/Server

Dalam model client/server perangkat yang meminta informasi disebut dengan client sedangkan perangkat yang menanggapi permintaan client disebut dengan server.

Proses client/server dipertimbangkan sebagai lapisan aplikasi. Client memulai pertukaran dengan melakukan permintaan data dari server, yang kemudian menanggapi permintaan dengan mengirimkan satu atau lebih aliran aliran data ke client.

  • Jaringan Hybrid

Jaringan ini menggabungkan keuntungan antara jaringan client/server dan jaringan Peer to Peer. User dapat mengakses seluruh sumber daya yang dibagikan oleh jaringan peer to peer, dan dalam waktu yang bersamaan dapat menggunakan sumber daya yang disediakan oleh server.

http://aina-tunk.blogspot.com/2013/07/jenis-jarkom-berdasarkan-arsitektur.html

 

Topologi Jaringan

Topologi adalah bentuk hubungan dari suatu jaringan (map of network). Jika ditinjau dari segi keberadaannya topologi dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

  • Physical Topology : menjelaskan hubungan perkabelan dan lokasi workstation
  • Logical Topology : menjelaskan aliran message/ data dari suatu user ke user lainnya dalam jaringan

 

Secara umum topologi terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

  • Topologi Bus

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
  • Umum digunakan karena sederhana
  • Signal melewati kabel dalam dua arah
  • Jika salah satu kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti

 

  • Topologi Ring

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Lingkaran tertutup berisi node
  • Sederhana dalam layout
  • Signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindari terjadinya collision ( dua paket data bercampur)
  • Jika salah satu kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti

 

  • Topologi Star

Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node
  • Mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node
  • Jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
  • Dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel, UTP

 

  • Topologi hierarchial

Topologi ini biasa disebut topologi tree. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signalling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access

 

 

  • Topologi Mesh

Topologi Mesh dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil.

 

 

 

 

 

ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnected) Reference Model. Memiliki 7 layer yang mendefinisikan fungsi. Untuk setiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.

osi model layers

  • Application Layer : interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses.
  • Presentation Layer : rutin standard me-presentasi-kan data.
  • Session Layer : hubungan antar aplikasi yang berkomunikasi
  • Transport Layer : menjamin penerima mendapatkan data seperti yang dikirimkan.
  • Network Layer : hubungan lintas jaringan dan mengisolasi layer yang lebih tinggi. Pengalamatan dan pengiriman data.
  • Data-link Layer : pengiriman data melintasi jaringan fisik.
  • Physical Layer : karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.

 

http://blog.ub.ac.id/binderonline/2010/03/konsep-dan-arsitektur-jaringan-internet/

D. PARAMETER PERFORMANSI JARINGAN

Performansi Jaringan merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam mengelola suatu jaringan wireless. Performansi jaringan ini dapat memberikan informasi kepada operator mengenai operasi jaringan yang dimiliki dan untuk memberikan informasi mengenai kejanggalan / perubahan jaringan yang aneh. Dengan adanya performansi tersebut, masalah yang terjadi dapat segera dianalisa penyebabnya dan dapat diselesaikan sesuai dengan prosedur yang ada.

Untuk mengetahui bagaimana performansi dari jaringan tersebut, diperlukan adanya proses monitoring jaringan yang dilakukan setiap hari, dan dapat dilaporkan setiap minggu ataupun setiap bulan yang dapat digunakan sebagai analisa peningkatan jaringan sehingga antara operator dan customer sama – sama merasakan kepuasan akan layanan jaringan yang tersedia.

Ada beberapa parameter yang menjadi acuan dalam menganalisis performansi jaringan. Sebelum mengetahui apa saja parameter yang menjadi acuan dalam analisis performansi jaringan, berikut adalah tujuan dilakukannya analisis performansi jaringan :

  • Service Monitoring,  untuk memastikan layanan jaringan diberikan dengan baik kepada user.
  • Network Planning, pengukuran jaringan untuk perencanaan jaringan kedepan.
  • Cost and Billing Information, untuk memberikan informasi tagihan kepada user.
  • Research, penelitian untuk peningkatan performansi jaringan.
  • Network Trobleshooting, membenahi kerusakan jaringan akibat kesalahan bagian jaringan.
  • Protocol Debugging, menyediakan bantuan untuk meyakinkan perilaku dan kinerja aplikasi dan protokol versi terbaru yang diimplementasikan padasuatu jaringan.
  • Workload Characterization, memberikaninformasi beban kerja yang terjadi pada suatu jaringan.
  • Performance Evaluation, memberikan informasi bagaimanakinerja protokol dan aplikasi yang terdapat pada suatu jaringan yang kemudian dapatdianalisa untuk dievaluasi.

Dengan beberapa tujuan dilakukannya analisis performansi jaringan komputer tersebut maka kita harus mengetahui apa saja yang manjadi parameter dalam melakukan analisis performansi komputer. Berikut parameter dalam melakukan analisis performansi jaringan:

  • Delay, merupakan waktu yabg dibutuhkan oleh data yang dikirim ke alamat tujuan. Delay merupakan salah satu aspek analisis performansi jaringan karena dengan mengukur delay maka kita dapat mengetahui kepadatan jaringan dan kapasitas jaringan. Jika delay yang diukur menunjukan waktu yang lama, maka dapat dipastikan kepadatan jaringan sedang tinggi atau kapasitas jaringan terlalu kecil. Untuk itu bisa dilakukan pelebaran jaringan atau pemindahan jalur pengiriman data.
  • Jitter, merupakan variasi dari delay dimana jitter dipengaruhi oleh bebban trafik dan besarnya tumbukan antar paket data (congestion) di dalam jaringan. Pengukuran dilakukan dengan jitter dimana apabila jitter besar dan delay kecil, maka belum tentu performansi jaringan jelek. Performasi dikatakan jelek apabila jitter dan delay besar.
  • Paket Loss, merupakan besarnya paket data yang tidak sampai di tujuan pengiriman. Semakin besar paket loss makan semakin buruk performansi jaringan.
  • Kapasitas Bandwith, merupakan nilai maksimum bandwith secara teori dari ujung ke ujung.
  • Throghput, merupakan besaran yang mengukur laju bit informasi dari laju bit jaringan.
  • Bitrate yaitu jumlah bit yang diproses dalam satuan waktu
  • BER  yaitu jumlah bit dari data yang dikirim yang mengalanmi error atau terkena noise
  • Utilisasi Bandwidth, merupakan total trafik dalam mengunakan satu jalur.
  • Bandwith yang tersedia, merupakan besar kepasitas bandwith dikurangi dengan utilisasi dalam satuan waktu.
  • Bandwidth tercapai, merupakan throughput antara dua titik pada kondisi tertentu.

Pengukuran dapat dilakukan dengan :

  • Pembentukan Baseline.

Pembentukan baseline merupakan pembuatan acuan performansi sehingga dapat didapatkan perbandingan antara performansi sebelum dan sesudah di analisis perubahannya. Baseline tergantung dari operasi Router/Switch. Availability atau kestabilitan jaringan dan Aplikasi.

  • Measuring avaibility

Proses ini dilakukan dengan mengukur ukuran waktu network/aplikasi yang dapat digunakan oleh user. Dari sudut pandang network, hal ini akan menunjukan kehandalan komponen jaringan secara individu.

  • Measuring Respon Time

Proses ini dilakukan dengan mengukur waktu yang diperlukan traffic berjalan dari satu titik ke titik lainnya. Factor yang mempengaruhi adalah Nerwork congestion, routing  yang salah piranti jaringan yang menurun, gangguan jaringan seperticuaca buruk, Noice atau CRC error. Respon time yang berbasis user adalah gabungan dari respon time client, jaringan dan server.

  • Measuring Accuracy

Proses ini adalah mengukur prosentase dari  sukses rate terhadap total paket dalam periode waktu, accuracy dapat bernilai kecil apabila ada pengkabelan yang tidak standart, electrical interference, gangguan pada hardware dan software.

  •  Measuring Utilization

Pengukuran Utilization adalah ukuran penggunaan sumber daya pada satuan waktu.Utilisasi yang tinggi belum tentu jelek kinerjanya. Utilisasi rendah dapatdimungkinkan karena adanya gangguan, utilisasi yang berlebih dapatmenyebabkan packet drop dan queuing.Metrik kinerja yang lazim diukur adalah respon time, packet loss, utilization,availability, through put, CPU dan memory usage.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/73756290/Parameter-Untuk-Mengukur-Kinerja-Jaringan

http://ti-kf15.blogspot.com/2011/11/parameter-kinerja-jaringan.html

 

SISTEM OPERASI , Sang Mediator

a. Definisi Sistem Operasi

Definisi Sistem Operasi menurut American National Standard: Software yang mengontrol pelaksanaan program yang terdapat dalam setiap computer, dengan mengatur waktu dari setiap proses, pemeriksaan kesalahan, melakukan perhitungan(algoritma) , penyimpan serta mengolah data.

Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris berarti operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web

Kesimpulannya bahwa sistem operasi merupakan sebuah software yang bertugas mengontrol dan memanajemen pelaksanaan program dan sebagai penghubung antara user dengan perangkat keras dalam komputer.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software yang paling utama berjalan pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Lalu software lainnya akan melakukan tugasnya saat sistem operasi sudah berjalan dan akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori,  schedulling task, dan antar-muka user. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel”.

b.      Fungsi Sistem Operasi

 

Sistem Operasi Sebagai Interface Pengguna/Komputer

 

Komputer membutuhkan suatu perantara antara pengguna dan perangkat-perangkatnya, disinilah peran utama dari sistem operasi yakni untuk menjembatani antara pengguna dengan perangkat-perangkat itu sendiri. Hal ini mejadikannya lebih mudah dalam mengakses dan menggunakan fasilitas maupun layanan dalam komputer tersebut. Pada umumnya sistem operasi memiliki layanan dalam bidang-bidang berikut :

  1. Pembuatan Program

Sistem operasi menyediakan berbagai fasilitas dan layanan seperti sebagai editor dan debugger ,untuk membantu para pemrogram dalam membuat program.

 

  1. Eksekusi Program

Beberapa program memerlukan task untuk melakukan eksekusi sebuah program. Instruksi dan data harus dimuat ke dalam memori utama, perangkat I/Odan file harus diinisialisasi, dan sumber daya lainnya harus disiapkan.

2.   Acces ke perangkat I/O

Setiap perangkat I/O membutuhkan set instruksinya sendiri atau signal control untuk operasi.

3.   Acces terkontrol ke file

Dalam hal ini, diperlukan control untuk sifat perangkat I/O dan file yang terdapat dalam media penyimpan.

4.   Deteksi error dan respons

Bermacam-macam error dapat terjadi pada saat sistem komputer bekerja. Error ini meliputi error hardware internal dan eksternal,misalnya memori error atau kegagalan atau kesalahan fungsi perangkat. Disini dia memberikan semacam pemberitahuan kepada user dan mengatur kinerja komputer.

5.   Accounting

Sistem operasi yang baik akan mengumpulkan data pemakaian bermacam-macam sumber daya dan memonitor parameter kinerja, seperti waktu respons. Informasi ini sangat berguna untuk pengembangan di masa mendatang dan mengubah syistem untuk meningkatkan kinerja.

 

Sistem Operasi sebagai Manajer Sumber Daya

 

Komputer berisi kumpulan sumber daya yang berfungsi untuk perpindahan,penyimpanan dan pengolahan data serta untuk mengontrol fungsi tersebut. Disini peran Sistem operasi yakni bertanggung jawab atas pengaturan sumber daya tersebut.

 

c.       Sejarah Perkembangan Sistem Operasi

Menurut Tanenbaum, perkembangan Sistem Operasi dibagi dalam empat generasi,yakni sebagai berikut:

 

1. Generasi Pertama (1945-1955)

Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, dikarenakan manusia memiliki keterbatasan dalam menghitung seperti melakukan kecerobohan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, oleh karena itu inputan untuk komputer masih dilakukan secara langsung.

 

2. Generasi Kedua (1955-1965)

Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum mempunyai sistem operasi, tetapi beberapa fungsi telah ada, contohnya ialah FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS. Jadi generasi komputer kedua ini merupakan generasi pertama dari sistem Operasi.

 

3. Generasi Ketiga (1965-1980)

Pada generasi ini perkembangan sistem operasi diperuntukkan kepada banyak pemakai, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user dan multi-programming.

 

4. Generasi Keempat (Pasca 1980an)

Pada masa ini para pengguna juga telah diperkenalkan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman dan menarik.

 

5. Generasi Selanjutnya

Pada generasi selanjutnya diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam sebuah Sistem Operasi, ini adalah contoh sebuah Sistem Operasi berbasikan Website yang berkerja di dalam sebuah Sistem Operasi. Dan generasi selanjutnya diperkenalkanlah Sistem Operasi bergerak (Mobile) pada perangkat bergerak seperti : PDA, Poket PC, dan lain sebagainya.

 

d.      Tugas OS

 

Proses

Banyak definisi yang diberikan untuk istilah proses,diantaranya

  1. Program yang sedang dieksekusi
  2. Entity yang dapat diassign ke prosesor dan dapat dieksekusi pada prosesor.
  3. Suatu unit dari karakteristik oleh sekuensial

Perkembangan sistem komputer secara tidak langsung menimbulkan masalah dalam sinkroisasi, yang berpengaruh terhadap perkembangan konsep proses multiprogramming batch operation, time-sharing, dan transaksi real time.

Arah perkembangan yang pertama yakni, multi programming dibuat untuk menjaga agar proses dan perangkat I/O,termasuk perangkat penyimpan, tetap dalam keadaan sibuk untuk memperoleh efisiensi yang maksimum.

Arah perkembangan yang kedua adalah general-purpose time-sharing. tujuan utamanya adalah agar  dengan cepat merespon kebutuan para pengguna saat ini, dengan alasan biaya dan harus mampu mendukung para pengguna yang berjumlah banyak.

Arah perkembangan yang ketiga adalah transaction processing system. Pada proses ini pengguna melakukan query atau update terhadap sebuah database.

Proses memiliki tiga komponen utama yaitu:

  1. Program yang executable
  2. Data terkait yang diperlukan oleh program ( variabel, ruang kerja, buffer, danlain-lain).
  3. Konteks eksekusi program tersebut.

Konteks eksekusi

Konteks eksekusi mencakup seluruh informasi yang diperlukan oleh sistem operasi untuk mengatur proses dan yang diperlukan prosesor untuk mengeksekusi proses secara benar. Jadi, konteks meliputi isi bermacam-macam register prosesor. Konteks juga mencakup informasi penggunaan pada sistem operasi, misalnya prioritas proses dan apakah suatu proses sedang menunggu selesainya suatu event I/O tertentu atau tidak.

 

Manajemen Memori

Untuk penyimpanan yang efisien diperlukan pengontrolan oleh manajer sistem. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sistem operasi memiliki lima tugas penting, yakni:

  1. Isolasi proses : agar proses tidak saling menganggu data dan memori maka harus dicegah oleh sistem operasi.
  2. Alokasi otomatis dan manajemen : program dialokasikan ke dalam memori apabila diperlukan
  3. Dukungan pemrograman modular : modul-modul program harus dapat diubah secara dinamis
  4. Proteksi dan control acces : penggunaan memori secara bersama-sama
  5. Penyimpanan jangka lama: penyimpanan informasi dalam waktu yang lama dibutuhkan oleh pengguna

 

Proteksi Informasi dan Keamanan

Pemakaian sistem time-sharing pada umumnya meningkatkan perhatian pada sistem proteksi dan keamanan. keamanan dan proteksi yang berhubungan dengan sistem operasi dibagi menjadi tiga kategori:

  1. Pengontrolan akses : berkaitan dengan pengaturan akses pengguna ke sistem keseluruhan, subsistem, dan data.
  2. Pengontrolan aliran informasi : mengatur aliran data di dalam sistem dan pengantarannya ke pengguna.
  3. Sertifikasi : berkaitan dengan mekanisme akses dan kontrol menerapkan kebijakan proteksi dan keamanan yang diinginkan.

 

Penjadwalan dan Manajemen Sumber Daya

Tugas utama sistem operasi adalah untuk mengatur sumber daya yang tersedia (memori utama, perangkat I/O, prosesor ) dan menjadwalkan penggunaannya ke berbagai proses aktif. Oleh karena itu penjadwalan dan manajemen sumber daya perlu memperhatikan kriteria:

  1. Keadilan : pada dasarnya, sumber daya diberi akses yang hampir sama dan adil ke sumber daya tersebut
  2. Responsibilitas Diferensial : Sistem operasi harus mengalokasi dan menjadwalkan yang memenuhi persyaratan secara umum dan dinamis.
  3. Efisiensi : sistem operasi berupaya untuk memaksimalkan throughput, meminimalkan waktu respons, dan dalam kasus time-sharing, dan mengakomodasi pengguna sebanyak mungkin.

 

 

Source

http://www.scribd.com/doc/21281720/Pengertian-Sistem-Operasi-Komputer

http://www.scribd.com/doc/34769726/SISTEM-OPERASI

http://student.uniku.ac.id/yogisanhari/2013/09/28/perkembangan-sistem-operasi/

Hello world!

Welcome to Telkom University Student Blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

© 2017 dindagaze's blog

Theme by Anders NorenUp ↑